(PART 3-HABIS) KISAH NYATA! PEGAWAI PERTAMINA YANG MENOLAK TUNDUK PADA MAFIA KORUPSI -->

Silakan ketik kata kunci

Recent Posts

(PART 3-HABIS) KISAH NYATA! PEGAWAI PERTAMINA YANG MENOLAK TUNDUK PADA MAFIA KORUPSI


Oleh Ainul Nismala 

Bapak hanyalah lulusan STM. Beliau benar-benar memulai karirnya dari bawah. Pada saat pertama kali bekerja sebagai karyawan Pertamina, bapak golongan 16. Bapak dan teman-teman segolongan yang lain bertugas menata drum-drum kosong yang berserakan setelah pengisian. Dengan mengenakan seragam cattlepack, drum-drum itu digelindingkan agar dapat dipindahtempatkan. 

Pernah saat bulan Ramadan, hanya satu hari saja, bapak membatalkan puasanya sambil menangis karena pada hari itu tidak kuat berpuasa sambil menggelindingkan drum-drum besar. 

Bapak adalah seorang pekerja keras dan ulet. Beberapa tahun kemudian, bapak dinaikkan ke golongan 12 dan menjadi staf. Bapak pernah dikirim belajar ke Cepu bersama 6 orang temannya. Saat ujian, bapak harus melalui proses yang berat, seperti halnya ujian di Fakultas Teknik pada umumnya. Revisian dirobek-robek oleh pengujinya, lalu dibuang ke luar ruangan. 

Bapak memunguti kertas-kertas revisian sambil menangis karena teringat anak dan istrinya. Tetapi bapak pantang menyerah. Akhirnya, bapak berhasil lulus. Dari 7 orang itu, hanya bapak yang lulus. Ketika kembali ke Surabaya, mereka semua dimarahi habis-habisan oleh pimpinan. Meskipun lulus, bapak ikut kena marah juga. 

Setelah bekerja selama hampir 18 tahun, bapak akhirnya dinaikkan menjadi golongan 9 dan dimutasi ke Banjarmasin sebagai kepala bagian teknik. Bapak pernah menjadi kepala teknik perencanaan dan pemeliharaan. Setiap perencanaan keuangan harus melalui bapak. Suatu hari, bapak menemukan adanya kecurangan. Lalu bapak melaporkan kepada pimpinannya. Bapak diperintah untuk menyamarkan atau memanipulasi, tetapi bapak tidak mau. Bapak kemudian diancam akan diturunkan jabatannya atau dipindahkan. 

Namun bapak tidak gentar. Bahkan beliau menantang, "Silakan saja, kalau berani." Tetapi ancaman itu tidak terjadi. 

Belakangan sang pimpinan dipindahkan ke kota lain dan ketahuan kecurangannya. Akhirnya ia dicopot dari jabatannya, dipindahkan dan tidak punya "meja" alias menjadi staf. 

Beberapa bulan sebelum bapak meninggal dunia, sang pimpinan yang mengancam tadi datang bersilaturrahim menemui bapak dan ibu di Sidoarjo. 

Di Pertamina, Teknik adalah tempatnya uang. Karena banyak kontraktor-kontraktor besar yang bermain di sana. Bila ada pertandingan antar bagian, seragam Teknik selalu paling bagus dan membuat iri bagian yang lain, karena mendapat sponsor dari kontraktor. 

Maka dari itu, jika mau ikut bermain, bapak bisa saja menjadi sangat kaya raya, menjadi sultan di Sidoarjo. Tetapi bapak tidak mau. Bapak benar-benar menjaga agar hanya rezeki yang halal saja yang beliau berikan untuk keluarganya. Beliau sangat berhati-hati. 

Itulah bapak, kebanggaan kami semua. Semoga dapat menginspirasi para bapak agar dapat bertanggung jawab dan menjadi kebanggaan bagi keluarganya pula. 

Allaahummaghfirlahuu warhamhuu wa'afiihii wa'fuanhu. 

Foto: almarhum bapak, H.M. Yamin
Join Telegram @rafifamir @rafif_amir
Cancel